Senin, 05 Januari 2015

Taman Bermain



Rasanya nyaman, menyenangkan, menenangkan, dan kepuasan aku dapatkan disini. Ditempat dimana aku menjadi sebebas burung yang terbang tanpa batas. Menyentuh butiran awan yang menguap untuk dijatuhkan menjadi hujan. Menembus gumpalan-gumpalan kapas kolumunimbus yang mulai berubah warna menjadi orange kemerahan. Menyusuri dinginya embun dipagi hari yang merapat pada ranting dedaunan. Menghirup wangi tanah basah karena disetubuhi air hujan. Mendengar bebas nyanyian ombak yang berulang kali menjatuhkan diri dengan sukarela pada tepian laut. Sebebas itulah aku hidup pada taman bermain ini. Taman yang sudah sejak usia dini aku kenal, yang sudah seperti tempat untuk pulang. Berulang kali nama telah ia perkenalkan datang dan pergi pun kadang menetap memberi senyuman dan kesakitan. Taman yang membuat aku menjadi segala yang aku inginkan, menjadi sesosok hidup yang sempurna, menjadi pesakitan tiara tara, menjadi pribadi paling bahagia bahkan menjadi wanita egois seketika dan tidak jarang menjadikankan manusia paling beruntung sedunia. Aku tetap menjadi aku disana, tertawa lepas ketika aku bahagia dan menangis tersedu ketika aku mulai terluka dan disini aku tidak mengenal apa itu sepi. Taman bermain ini telah memberikanku sebuah penghargaan atas diriku sendiri dan taman bermain ini yang telah memberikanku sebuah karya terpendam. Taman bermain yang saat ini membuat aku merasa sedikit takut namun enggan aku lepaskan dan sulit untuk dilepaskan yang bernamaMaladative Daydream”