Rabu, 23 Oktober 2013

Saya



"iyaa, aku ga janji ya nanti malam bisa dateng, aku cape mau tidur, nanti aku kabarin lagi ya sayang. bye"

Lalu kemudian saya menutup panggilan itu dari seorang pria, sebut saja Dimas. Kekasih saya saat ini. Dimas mengajak saya untuk merayakan hari jadi kami yang baru genap satu bulan. Tetapi karena perasaan saya sedang tidak mood hari ini maka saya memutuskan untuk tidur saja. Merebahkan diri pada tempat tidur lalu dinina bobokan angin sepoy-sepoy sepertinya akan membantu mengembalikan mood saya yang sering kali hancur tiba-tiba ini. 

Pikiran saya melayang tak karuan bersamaan dengan hati saya yang kian berbenturan. Ketika saya mencoba untuk memulai kenapa saya merasa terbentur dengan sebuah keraguan? Ini memang ragu yang muncul tiba-tiba atau karena sebab akibat? Dan kenapa disaat yang bersamaan perasaan yang tak saya inginkan datang bermunculan. Saya teringat kembali pada sosok yang saya tunggu dulu, ia. Lalu pada kamu yang sekarang, saya merasakan sebuah perasaan cemburu tapi sayangnya saya tak ingin berterus terang.

Rintik-rintik hujan menyadarkan saya dari lamunan yang sedang merajai pikiran dan perasaan saya, sesaat saya melirik jam dinding telah menunjukan pukul 20.00WIB. Seharusnya saat ini saya sedang berpegangan erat dengan kamu, mungkin juga seharusnya saat ini kita sedang menikmati makan malam romantis. Atau mungkin jika saya pergi saya tidak akan seragu ini. Saya merasakan sesal. Saya tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Ada rasa sesak menjalar panas ke dada saya. Kenapa saya sering mengabaikan mereka yang mencintai saya, lalu larut dalam penyesalan yang saya ikat simpul yang kemudian saya sendiri sulit lepaskan jeratannya. Sesal itu selalu menghantui saya seolah-olah ikut kemanapun saya pergi. Mendampingi langkah saya, menyamar menjadi bayang-bayang tubuh saya, memayungi ketika panas, ikut menari bersama hujan saya, bahkan berbaring disamping saya ketika tidur. Lalu sekarang ia mengajak saya untuk bercermin meraih tangan saya menuntun tangan saya menghadap cermin besar yang ada dikamar. Berdiri dibelakang saya dan berkata banyak hal tentang kebodohan saya, telinga saya sakit mendengarkannya. Kepala saya pusing dicerca ingatan-ingatan yang terus menerus dia sebutkan. Tenggorokan saya perih terus berteriak menyuruh dia pergi. 

Saya sudah seperti manusia bodoh yang dipenuhi penyesalan. Saya benci perasaan saya sendiri. Saya ingin mengutuk rasa seperti ini lalu kemudian membuangnya jauh-jauh dari saya. Lalu kemudian saya lari kekamar mandi seketika membenamkan kepala saya pada bak mandi terus menerus sampai saya merasa kepala saya dingin. Trus dalam, semakin dalam sampai saya melihat kamu tersenyum rupawan. Lalu kemudian membangunkan saya dari tidur dan mimpi panjang saya mengecup kening saya dan berkata " Happy Aniversarry one month dear" dan menyerahkan sebuah bucket bunga. Seketika itu saya peluk kamu erat-erat sembari menangis karena rasa takut dan haru.


Dicintai Sosokmu

Dicintai sosokmu
Ku pikir ragu lalu sebuah cara melupakan

Dicintai sosokmu
Ku rasa tak akan bertahan lama lalu lenyap

Dicintai sosokmu
Aku mencoba membuka hati

Dicintai sosokmu
Aku seolah menjadi yang utama bagimu

Dicintai sosokmu
Menjaga hatiku itu keutamaanmu

Dicintai sosokmu
Kamu sabar akan aroganku

Dicintai sosokmu
Aku nyaman didekat kamu

Dicintai sosokmu
Aku takut jadi candu

Dicintai sosokmu
Aku suka dekapanmu

Dicintai sosokmu
Aku mencintaimu seperti kau mencintaiku

                                                                                                           Sukabumi, 23 Oktober 2013
                                                                                                                            NAI


Senin, 19 Agustus 2013

#ArisanBuku KlubBuku_SMI

Hay para sahabat klub buku *lambaikan tangan

Untuk para menggila buku pasti ga asingkan dengan nama KlubBuku. Nah aku mau cerita nih awal mulanya dibentuk KlubBuku_SMI itu sendiri. Mungkin untuk sebagian orang nama KlubBuku udah sering didengar. Karena followers dari akun twitter tersebut juga jumlahnya buka kapalang banyaknya, klub dimana isi nya para kutu buku, penikmat wangi buku, pencinta sastra, penyuka tulisan-tulisan dan tak sedikit para penulis luar biasa. 

so, kenapa aku pun beri nama KlubBuku_SMI untuk klub buku yang aku bentuk?

Sebenarnya ide ini muncul ketika disalah satu kota di Indonesia yaitu Jogjakarta lagi bikin acara pembacaan puisi judulnya Samudera10 . Iseng-iseng aku ngetweet ke akun twitter yang ngadain acara tersebut, kemudian aku sendiri dapat mention dari tweet kota kelahiran aku sendiri @sukabumiToday. Respon yang baik untuk awal yang baik, lalu kemudian salah satu temen aku nimbrung nih ceritanya karena ternyata dia juga setuju akhirnya dia ngajuin untuk buat klub buku yang mana bagian atau anak bawangnya @KlubBuku, dan berkat kerja sama para sahabat tercinta akhirnya terbentuklah @KlubBuku_SMI.

Klub buku ini sendiri baru dibentuk sekitar satu bulan yang lalu, bolehlah dikatakan newbe. Tapi insyaallah keahliannya ga newbe hehe. Dan ketika salah satu admin dari klub ini tau kalau gagasmedia lagi kerja sama dengan bukune dalam Arisan buku. Kami pun para tim ga mau ketinggalan, maka direkrutlah anggota-anggota #ArisanBuku KlubBuku_SMI dari para sahabat klub buku sukabumi. Senangnya para sahabat klub buku kami pun sangat antusias yuhuuuu.

                                           


Meskipun kami ini baru dipertemukan dengan para anggota KlubBuku_SMI, dengan orang-orang yang berbeda, dengan jenis buku yang digemari berbeda pula tapi satu kesama kami ialah melestarikan budaya membaca yang kini mulai jarang dilakukan para generasi penerus bangsa. Dan kami pun ingin menjaga para pencinta buku dikota tercinta ini untuk saling menyadarkan betapa pentingkan membaca buku. Membaca buku itu sama dengan membuka jendela dunia dan ilmu pengetahuan yang sangat luar biasa, akan sangat disayangkan sekali jika para penerasi muda kini banyak yang tidak sadar akan pentingnya membaca. Buku itu adalah barang yang sangat berharga. Dengan menyisihkan sebagian waktu kita untuk membaca itu sama artinya dengan menjelajah dan membuka mata untuk melihat jendela dunia. Jika bukan kita yang saling mengingatkan siapa lagi???

Cukup dulu ya perkenalan awal dari kami, di lain kesempatan nanti aku ceritakan lebih lengkap lagi. Terimakasih pada Gagasmedia dan Bukune juga para sahabat kami semua :)