Kamis, 04 April 2013

3 dalam 3 dan hujan

Langit sore ini tak menampakan hangatnya, senjapun hilang. Dingin merasuk dalam sekujur tubuh. Dua anak manusia dipertemukan dengan tatapan pertama dalam hujan. Mulai bernyanyian cerita picisan, dengan iringan tingkah bodoh. Malu dibalut pandangan datar. Pertemuan yang lama dinantikan.

Langit malam ini juga tak menunjukan indahnya sinar bintang. Dua anak manusia terhanyut dalam tawa yang mengabaikan gemercik hujan. Pertemuan ke-2 mereka berakhir menyenangkan. Meninggalkan bekas senyuman yang melekat dan rasa takut kehilangan.

Langit siang ini kembali tak bersahabat, hujan turun deras. Mengiringi mereka yang saling melepas rasa. Rindukah????? Iya rindu yang berbalut ragu. Tapi tak ada ucap kata yang sudah menumpuk didada meski terlalu sesak tapi bibir terkunci rapat.

~Saya pertaruhkan perasaan ini +3th dalam 3 pertemuan dengan hujan !!!!!

Selasa, 02 April 2013

Kerinduan

Senja sore ini tertutup kabut kilu, gelap.
Sepoy-sepoy angin ikut mengiringi senja yang hilang itu.
Kini tinggal awan gelap. 
Mendung. Hujan
Rintikan hujan bercerita pada malam akan sebuah kerinduan yang terpendam.
Dari mata yang tak mampu melihat,
hati yang dingin membeku,
dan bibir yang tak mampu berucap.
Kerinduan akan hasrat yang terpendam.
Malam dengan hujan mengantarkan rindu itu pada pemiliknya
Sang hening. 
Rindu yang hanya ia terka-terka
Kerinduan yang terselimut ragu.
Rindu itu hanya terbalas sapa.
Ya sekedar sapa!
Namun sapa membuat dingin malam dengan hujan berubah seperti terbitnya fajar dengan senja yang hilang.
Malam dengan hujan kini tak sedingin itu. 



Senin, 01 April 2013

Sudah, Aku Ingin Menyerah

kamu tau aku tiba-tiba ingin menyerah????

aku menyerah untuk rasa yang ingin ku mulai
ini ragu yang tak terjawab waktu
sudah cukup kita saling menunggu,
menunggu tanpa tau akhir yang kita tuju
waktu tau kita yang membisu tak bergeming
tapi hati kita saling berbisik
ini bodoh
aku menunggumu yang mungkin kau tak tau
aku bahkan hanya seperti seorang pejuang penantian
menanti tanpa kepastian
kau juga tak sadar dan mungkin juga tak menganggapku ada
atau mungkin berpura-pura dan tetap diam seperti aku
aku seolah-olah berjalan diatas jembatan dengan satu bambu
salah-salah melangkah terperosok dalam kesemuan.
aku ingin menyerah
berhenti
bukan terhenti karena koma, tapi berhenti dengan titik.
aku lelah
lelah dengan kita yang hanya menjadi beku
tak ada kata yang dulu pernah ada
kenapa tak kau tepiskan saja aku????
jika hanya menjadi angan-angan naif mu
kau terluka??? lalu bagaimana aku???
tetap tersenyum dalam kata dan pandangan yang tak  ingin aku tau.
berpura-pura bodoh untuk melihat sisi lain dari hatimu
atau mungkin aku hanya batu pijak ketika tau terluka
dan ketika aku terluka??? aku atur lukaku dalam senyum serta tawa
ingin berlari kearah waktu yang pernah kita buat
tidak itu hanya akan membuat kita terluka
sudah aku ingin menyerah.............!