Jumat, 05 April 2013

Entahlah,,


Hari ini tidak banyak yang ingin saya tulis, meskipun sebetulnya ada objek yang harus saya selesaikan tapi ilusi saya sedang pecah berhamburan. Malam ini saya hanya ingin menulis apa yang ada dalam pikiran bodoh ini. Beberapa perasaan yang saya dapati dan sangat mengganggu jalan pikiran.


Amarah itu sempat meledak tapi sulit diungkapkan, tertumpuk menjadi bagian-bagian kaca yang menyekad pada aliran yang sempit. Sakit dan sesak. Dia yang akan saya beri nama Tinta. Dengan lihainya bermain berkejaran dalam pola yang menjadi sumber ingatan. Tutur katanya yang khas masih jelas tergiang, lelucon bodoh yang selalu ia ceritakan menari-nari diatas kepala, setiap ucapan yang keluar dari layar kecil itu masih jelas terlihat dalam pandangan saya, munafik jika saya tidak berdebar ketika ingatan itu muncul kembali. Entah malu atau memang ragu dia sering sekali mengabaikan beberapa pandangan yang saya sempat sudutkan. Ya sudah saya memang tidak begitu menghiraukan. Biarkan yang ada menjadi tetap sama dalam posisinya. 
Amarah itu terlalu pekat membuat yang buta dapat melihat dan yang tuli bisa mendengar. Saya butuh sebuah tong besar untuk saya jadikan wadah yang berisikan butiran-butiran perasaan yang tak mampu saya ucapkan, dan juga ruang kosong untuk setiap teriakan-teriakan yang tak seorangpun bisa dengar. Hahaha. Tinta mungkin tak tau apa yang berkecamuk malam itu. Dia hanya menjadi penonton setia yang duduk disudut hinggar binggarnya. Bisa saya salahkan dia???? tidak !
Amarah itu membuat saya terlihat semakin bodoh. Tidak menikmati malam yang selalu saya nantikan bahkan keheningan malam tak mampu saya jadikan pendengar. Sampai gerakan tubuhpun enggan dijadikan pegangan. Seperti bayi yang  merengek merasa sakit tapi tidak tau sakit dibagian mana. Hanya mengeluh manahan aliran air yang mulai keluar dari sisi-sisi penglihatan. 
Tapi amarah itu peringatan. peringatan untuk tidak  banyak berharap.......


sekian,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar